Berpura - pura Jadi Orang Pintar, AS digelandang ke Polsek Sebatik Timur

Berpura - pura Jadi Orang Pintar, AS digelandang ke Polsek Sebatik Timur

NUNUKAN - Adalah AS pemuda berusia 19 tahun ini harus mendekam di tahanan Polsek Sebatik Timur dikarenakan ulahnya sendiri. AS yang sehari - hari berprofesi sebagai petani dan beralamat di Jl. Ahmad Yani RT. 04 Desa Pancang Kec. Sebatik Utara Kab. Nunukan Kalimantan Utara digelandang ke Mapolsek Sebatik Timur, Jumat (22/1/2021) dikarenakan melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap seorang anak dibawah umur sebut saja Bunga.

Kapolsek Sebatik Timur Iptu . M. Khomaini, S.T.K, S.I.K, Minggu (24/1/2021) menyampaikan kronologis penangkapan AS setelah menerima laporan polisi Nomor LP Nomor : LP/04/ I/ 2021/Kaltara/Res Nnk /Sek Sebtim tanggal 22 Januari 2021 oleh kakek korban BG (54 tahun) yang tidak terima cucunya diperlakukan tidak senonoh.

“AS pada Kamis, (21/1/2021) sekira 22.00 WITA datang ke rumah BG yang ditinggali bersama cucunya Bunga di Jalan Ahmad Yani RT. 10 Desa Sungai Nyamuk Kec. Sebatik Timur dengan alasan bersilaturahmi, BG dan AS ngobrol di teras rumah hingga sekira pukul 01.00 WITA dan AS bercerita kalau dirinya sebagai orang pintar atau dukun yang bisa melihat hal gaib dan menyampaikan ke BG bahwa rumah yang ditinggali BG saat ini dalam bahaya” jelas M. Khomaini

Percaya dengan cerita AS, BG meminta agar AS bisa menolong menghindarkan bahaya tersebut dan AS lalu menuju halaman rumah dan berdiri seolah - olah sedang melakukan ritual penarikan benda - benda gaib yang ditanam oleh orang yang tidak suka terhada BG dan keluarganya.

“AS memperlihatkan kepada BG, jarum dan garam yang dikatakan merupakan benda tarikan gaib dimana kedua benda tersebut sebenarnya sudah dipersiapkan AS dari rumahnya” ungkap Kapolsek

Merasa yakin tipu dayanya terhadap BG berhasil, AS mohon ijin untuk buang air kecil dikamar mandi rumah BG dan diijinkan, sebelum masuk menuju kamar mandi, AS membuka kelambu dimana Bunga cucu BG sedang tidur.

Sempat dua kali masuk kedalam kamar mandi dan dua kali juga membuka kelambu, AS menyampaikan kepada BG bahwa Bunga sedang dalam bahaya dikarenakan ada mahluk gaib yang bersemayan ditubuh Bunga dan akan menghilangkan Bunga secara ghaib dan ini harus segera diobati.

“BG pun percaya dengan penyampaian AS, sekira pukul 02.00 WITA dini hari, Bunga dibangunkan oleh kakeknya untuk mengikuti ritual pengobatan dari AS yang dilakukan di teras rumah namun oleh AS disampaikan sebaiknya dilakukan didalam rumah dalam suasana gelap, hanya lampu teras yang dinyalakan” imbuh Kapolsek Sebatik Timur, Iptu M. Khomaini, S.T.K, S.I.K

Ditambahkan oleh Kapolsek, akhirnya ritual pengobatanpun dilakukan di dalam rumah, berdalih melakukan pengobatan terhadap Bunga, AS menyuruh Bunga dan BG untuk menutup mata selama ritual pengobatan, pada saat inilah AS melancarkan aksinya dengan membuka celana dalam korban serta meraba - raba tubuh Bunga dan AS juga hendak melepas celanannya sendiri, namun BG yang curiga dengan ritual pengobatan yang tidak lazim membuka mata dan melihat AS membuka celana, secara spontan BG mendorong AS hingga terjatuh dan langsung mengusirnya
AS sempat berdalih bahwa yang melakukan hal tersebut adalah mahluk gaib dalam dirinya dan juga meminta maaf kepada BG

“Pada hari Jumat (22/1/2021) BG yang tidak terima atas tindakan AS terhadap cucunya melaporkan AS ke Polsek Sebatik Timur dan Sabtu (23/1/2021) sekira pukul 21.30 WITA atas informasi masyarakat bahwa AS berada dirumahnya di Jalan Ahmad Yani RT 04 Desa Pancang langsung digelandang oleh anggota ke Polsek Sebatik Timur untuk dilakukan pemeriksaan dan untuk penyelidikan diamankan pula sebagai barang bukti 1 (satu) pasang baju tidur anak - anak dan 1 (satu) celana dalam warna cream” pungkas Kapolsek

AS dipersangkakan Pasal 82 Ayat (1) UURI No.17 Thn. 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah pengganti UU No.1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No.23 Thn.2002 Tentang Perlindungan Anak Jo 76E UURI No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Thn.2002 tentang Perlindungan Anak dengan Ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.

KALTARA NUNUKAN
Saharuddin

Saharuddin

Previous Article

Unit Reskrim Polsek Sebatik Timur dan Satgas...

Next Article

BC Nunukan : Perdagangan Lintas Batas, Harus...

Related Posts

Peringkat

Profle

Andy

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi

Postingan Bulan ini: 233

Postingan Tahun ini: 1589

Registered: Feb 19, 2021

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 179

Postingan Tahun ini: 1462

Registered: Sep 25, 2020

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 155

Postingan Tahun ini: 989

Registered: Sep 22, 2020

Update

Update verified

Postingan Bulan ini: 150

Postingan Tahun ini: 2488

Registered: Jul 9, 2020

Profle

Joni Hermanto

Besok Sidang MK  Dan Jika Terjadi Kembali Pelanggaran PSU Jilid II, Apakah PSU Kembali Atau Salah Satu Paslon Di Diskualifikasi Oleh MK ?
Lakalantas Jalan Beyeh Malingping, Seorang Tanpa Identitas Tewas ditempat 
Bravo...Polres Labuhanbatu Grebek Judi 12 Mesin Jackpot Di Sekitar Lingkungan Rumah Cawabup Labuhanbatu
Suami dan Dua Iparnya Lumpuh, Ngatini Warga Huta III Nagori Pematang Kerasaan Butuh Bantuan

Follow Us

Recommended Posts

Ketua DPR RI Puan Maharani Desak Pemerintah Pastikan Bantuan Sampai ke Rakyat
Anggota DPR RI Netty Prasetiyani Minta Pemerintah Evaluasi PPKM
Anggota DPR RI Arwan Aras Salurkan 13 Ekor Sapi Kurban untuk Masyarakat Sulbar
Tony Rosyid: Rakyat Buntung, Ada Yang Ambil Untung
Selama PPKM Darurat, Polri Sudah Salurkan 475.420 Paket dan 2.471.217 Kg Beras ke Masyarakat Terdampak Covid-19