KALTARA, NUNUKAN - Antrian panjang untuk mendapatkan tabung gas 3 kg (tabung melon) kembali terjadi di Pulau Sebatik. Di Pulau yang berbatasan dengan Malaysia tersebut, tampak sebagian besar yang mengantri di pangkalan penukaran didominasi ibu - ibu rumah tangga yang dalam beberapa hari ini memburu tabung 3 Kg agar aktivitas di dapur bisa terus berjalan.
Pangkalan Hj. Binti, salah satu pangkalan di Desa Pancang Kec. Sebatik Utara Kab. Nunukan yang dipantau oleh awak media tengah melakukan penukaran tabung dipadati ibu - ibu yang akan menukarkan tabungnya, Sabtu (19/12/2020)
Penukaran tabung tersebut diawasi oleh pihak Satpol PP dengan penerapan protokol kesehatan, apalagi saat ini kasus Covid-19 di Kabupaten Nunukan cenderung naik .
Salah satu ibu rumah tangga, Hj. Nur yang ditemui ketika sedang mengantri mengatakan bahwa saat ini dirinya betul - betul sulit mendapatkan tabung, sampai ditingkat pengecer pun kosong
“Kalau di pengecer agak mahal yaitu sekitar 25 ribu diibanding di pangkalan hanya saja memang tidak perlu mengantri, namun juga kosong” jelas Hj. Nur
Lebih lanjut Hj. Nur menjelaskan bahwa dirinya menggunakan tabung dikisaran 5 hari, sehingga setiap 5 hari dirinya kembali menukarkan tabung
Abdullah, pimpinan PT. Sebatik Island Flowers sebagai agen tabung gas melon yang hadir memantau penukaran tabung menjelaskan bahwa pihaknya selaku agen mendapatkan jatah 45.360 perbulan namun yang didapatkan hanya 36.960
“Pangkalan yang kami layani sebanyak 31 pangkalan, untuk pangkalan Hj. Binti ini sendiri mendapatkan jatah 400 tabung setiap kali datang” jelas H. Abdullah
“Untuk pendistribusian ke masyarakat kita terapkan 1 tabung per KK dengan membawa KK asli untuk memastikan bahwa tidak ada penyelewengan oleh pangkalan dan bisa tepat sasaran” imbuhnya
Ketika ditanyakan alternative mengatasi kelangkaan tabung di Pulau Sebatik, pria yang akrab dipanggil H. Dullah menjelaskan bahwa kendala transportasi dan tempat pengisian ulang tabung yang masih di Balikpapan, Kalimantan Timur menjadikan rentang waktu pendistribusian menyita waktu.
“Idealnya seminggu sekali kita sudah bisa mendistribusikan, namun karena masalah transportasi dan tempat pengisian ulang (SPPBE) yang berada di Balikpapan memakan waktu sehingga sering terlambat, kami sebagai agen berharap kalau SPPBE nya ada di Tarakan, kemungkinan agak bisa teratasi dan juga belum adanya agen Bright Gas sehingga kerap terjadi kekosongan tabung” jelasnya
“Semoga pihak terkait bisa memberikan solusi, sehingga kita bisa lancar mendistribusikan tabung kemasyarakat, dan kami sebagai agen menegaskan kepada pengelola pangkalan, jangan sampai tabung yang kami suplai kepada pangkalan dialihkan kedaerah lain, kami selaku agen akan menghentikan suplai tabung ke pangkalan yang nakal” tegas H. Dullah mengakhiri.